


F. Scott Fitzgerald’s advice to his 11-year old daughter Scottie
GROWING UP IS A MOST THINGS TO WORRY ABOUT, ISN’T A THINGS NOT TO WORRY ABOUT, PROBABLY.
(Source: outofprintclothing, via philadelphilia)

Beberapa hari berkelibat dengan design MRT, tiba-tiba gue terjangkit suatu penyakit kronis. Penyakit ini berupa ideologi dimana GUE PERCAYA KALAU SEMUA ORANG DI DUNIA INI TAU MRT which is Mass Rapid Transit.
But then, suatu saat ketika seseorang menanyakan profesi gue dan apa yang sedang gue lakukan, dan ketika gue menjawab tentang MRT, dan ketika itu juga dia nggak tau MRT itu apa, di otak gue langsung terbesit, Hey, where do you live your life dude? In Paleolitichus Era kah? Masa nggak tau di dunia ini ada teknologi MRT. Just said. +_+

Kantor ku Rumah ku
Kantor ku Tempat Bermain ku
Dan ini adalah suasana dimana suasana kantor kehilangan 1 orang senior engineer, yaitu Bu Penti. Walaupun doi sedikit cerewet, tapi gue suka, karena walaupun udah ibu-ibu, dia sangat ASIK saudara-saudara. Tiada hari yang ramai tanpa kehadiran dia. Ada dia, meja belakang gue selalu heboh ribut dan sibuk, PENUH DRAMA TELEPON. Suatu hari dia pernah nyamperin gue dan berkatan, “Santus, Mbak Santus ini saya liat kelakuannya percis banget sama saya, aneh-anehnya sama percis.”
And I said on my mind, “WHAAAAT, jangan-jangan kalau udah ibu-ibu gue jadi kayak bu Penti lagi.” =___+
Hari yang sangat jenuh, entah mengapa akhir-akhir ini beberapa pikiran di luar tanggung jawab si pemikir bermunculan. Aku adalah manusia biasa, dan itulah yang saat ini ingin ku utarakan kepada beberapa orang di luar sana. Bahwa aku hanya memiliki sabuah otak dan sebuah hati juga sebuah raga dilengkapi sebuah jiwa.
Dunia itu tidak terkira luasannya, beberapa semesta dapat saling bersinggungan di luar pengetahuan manusia, contohnya saja: seorang manusia biasa paling nggak punya 2 semesta besar, keluarga dan teman. Dan ada pepatah yang mengatakan, setengah dari masalah kita didatangkan orang tua, dan setengah lagi oleh anak. Mungkin agak random, tapi dimasa ini statement pertamalah yang mungkin bisa terjadi untuk semesta keluarga.
Diluar semua itu, hari ini tiba-tiba ada seonggok note dari sahabat. Dia tiba-tiba datang ketika manusia ini sedang bingung untuk memilih semangat apa untuk melanjutkan hari besok. Dia mengingatkan betapa orang ini tidak akan menyerah terhadap apapun yang ada di depan mata. Dia mengingatkan semangat lama yang akhir-akhir ini pudar karena beberapa fokus yang terpecah. Lalu dia mengingatkan sebuah buku tulis yang masih rapih tersimpan di lemari, buku yang berisi tulisan “cakar ayam”nya yang sukses mengundang air mata. Tiba-tiba muncul flashback 7 tahun yang lalu, seorang gadis berumur 15 tahun yang sedang mengamati langit-langit pesawat. Di tangannya tergenggam sebuah buku tulis, buku tulis yang sama. Beberapa jam yang lalu gadis itu baru saja mengucapkan perpisahan pada si kota panas seribu mimpi. Namun, tidak setetespun air mata berhasil keluar dari mata sang gadis ketika semua hal yang ditinggalkannya menangisi kepergiannya. Gadis itu masih bingung, kenapa dia harus naik pesawat Mandala pada hari itu, dan dia masih memegang buku yang diterimanya beberapa jam lalu. Dihawa kebosanan gadis itu membaca buku pink kotak-kotak tersebut, beberapa menit kemudian, tidak setetes air mata berhasil dikeluarkannya, namun beribu tetes.
Terima kasih SAL, kamu adalah penyair terhebat yang pernah aku temukan, inget dulu pas baca ber buku-buku cerpen kamu itu, inget dulu pas kamu ngajarin cara mengarang yang baik dan benar, inget dulu sama si kakak rohis yang baik itu HAHAHAHAHAHA, eksistensi manusia di bumi selalu ditopang oleh orang disekelilingnya, dan kamu salah satu orang yang menjadi tumpuan dalam kehidupanku yang statis tak tentu ini.
-due to replay a note from my besties-
Sabrina A. Lasama

Just a “really cute” photo from one of my friends profile’s picture, he used that moment smartly and changed it into something that I never imagine before. I envy him to have such an idea, and from deep of my heart I do really want to have that moment back, and I could copycat this, with additional paper which type “Y U NO SAY AAAA!”.
BAHAHAHAHAHAHAHAHA :DD
Looking at his facebook right now, make me wonder, am I a stalker? Not really a stalker, but just curious about what happen recently. Then I found that, yesterday I met him with his best outfit, why I have that conclusion? Because in two of his profpict, he is on that long handed shirt. He’s smile still the same, he’s just not change at all, and still with his story. And his story right now is an “annoying-interesting cow”.
I like eat meet so much but then I decided to hate it, because I’m on my diet, actually its not because of my diet, but because I was pretty upset that he was talking about “annoying-interesting cow” at all the dinner time.
He didn’t know that I was upset, of course. If he know, the world war 2 would happen, and every section in this country would be destroyed by my mind. Honestly, My upset is not really an original upset, senior high school story is too great to remember and to repeated, became a little faggot with all the faggot in the world, just sooo old senior high school story. And it was fun, and I looked at his eyes, that he still holding senior high school tale, made me envy.
I’m at my twenty right now, so not really cool anymore if I still on this topic, so THEEHEE.
HEY HEY HEY HEY HEY HEY HEY! Just like ….. (?)
(via funniest10k)