

Kalau mau ditanya apa kenangan terindah gue sampai berumur 20 tahun ini, itu adalah ketika dulu tiap weekend gue dibawa ke Boulevard sama bokap nyokap gue. Yang terjadi sewaktu itu bukan hanya satu event, namun berkali-kali tiap malam minggu kita sekeluarga SELALU menyempatkan waktu luang buat hangout, dan biasanya di Jalan Boulevard Manado. Masih segar di otak gue, bayangan ketika kita menyelusuri boulevard road yang sangat panjang itu. Bokap gue nyetir sambil curhat kerjaan, nyokap gue dengerin sambil nyuekin gue yang meronta-ronta di kursi belakang mobil.
Pernah ada di suatu malam, gue yang bosen di jok belakang tiduran sambil menatap langit, “mau buka jendela, main sama angin nggak boleh sama mama, mau lompat-lompat nggak boleh sama papa, yaudah mending tidur,” pikiran bocah gue dulu pada saat itu. Tiba-tiba ada bintang jatuh, nggak cuma satu bintang yang jatuh, bertubi-tubi bintang berjatuhan terlihat jelas dari kaca belakang mobil, indah dan gue menatap semuanya jatuh tanpa sadar gue belum make a wish. Dasar bocah, penyesalan sesaat dahulu gampang terlupa begitu aja. Tapi entah kenapa hari ini rasanya lebih menyesal ketika ingat kejadian itu,
Kenapa gue nggak meminta untuk memberhentikan waktu? :(
Waktu kecil dulu kita sekeluarga pernah berlibur di pinggiran Manado, mengunjungi salah satu hotel bintang 5 disana, namanya Novotel. Ini cerita gue ketika akhirnya gue senang bermain dengan air. Suatu ketika kita berenang, bokap gue bukan perenang dia lebih memilih berjemur di pinggir kolam, gue masih 6 tahun pada saat itu. Nyokap gue perenang ulung, tiap 2 minggu sekali dia selalu menyempatkan diving di Bunaken dan membawa hewan-hewan laut lucu =_=. Gue yang lagi diam saat itu ditinggal di pinggir kolam renang. Kurang lebih gue berpikir, “ngapain yah geje-geje gini.” Dan seketika itu juga pikiran gue yang sedang geje terjawab, entah kenapa gue semakin lama semakin melorot ke arah air, dan BYUUUUR! Jatohlah gue yang berumur 6 tahun ke kolam dengan kedalaman 2 meter. Masih jelas di pikiran gue, potret ketika tenggelam dulu, semuanya biru, jelas, dan segar, kemudian sesak dan gelap. Tiba-tiba pas sadar, si 6 tahun gue sudah di atas, nyokap gue panik, dan gue muntah-muntah air. Tapi tiba-tiba nyokap menggendong si kecil gue dan membawanya nyemplung lagi ke air, bukannya malah takut, perasaan gue jadi lebih tenang dan senang bermain air. Tapi bingung kenapa gue dicemplungin lagi yah?
Sekarang keadaan yang dulu pasti susah banget untuk terulang, bahkan gue yang nggak pintar menghitung probabilitas tahu, bahwa angka probabilitas itu terulang dan tidak adalah 1 banding triliun. Well well well, sekarang mungkin gue nggak akan bisa berdiam lama sendirian di boulevard, dan sekarang gue lebih suka keramaian dengan banyak orang berkumpul. Karena semakin banyak orang, semua flashback bisa akan semakin blur. Bener nggak? Ayooo sering main-main! *labil
HAHAHAHAHAHAHAHAHAHA