

Berbeda dengan HCMC yang dari pesawat terlihat sangat ramai, rapat, dan terang. Sesaat sebelum mendarat Ha Noi terlihat renggang dan asri, katanya kebanyakan skyscraper ada di hanoi, tapi dari atas tidak terlalu terlihat seperti itu. Tampaknya Ha Noi akan lebih tenang dan damai dan menyenangkan untuk beristirahat.
Berbeda dengan HCMC, Ha Noi memiliki Toll Road, dan populasi mobil pribadinya jauh lebih banyak, walaupun tetap saja motoor jauuh lebih banyak daripada mobil. Hal pertama yang terjadi di Ha Noi adalah gue mendarat di airport, kemudian mengambil bagasi, kemudian menunggu Hung. Hung itu anak yang bertanggungjawab atas hidup matinya gue disini. Hung bercerita banyak dan SANGAT bersemangat, dia tidak sadar semangatnya itu terpancar dari “muncrat-muncrat”nya ketika ngomong, gue sampai harus mengahabiskan 5 lembar tissue ketika dia “muncrat”. -___- Tapi sebagai seorang Hung, bahasa inggris dia HEBAT sekali, dengan pronounce yang oke dan mengalahkan Sherina (lho?). He told me every detail things about VN, thanks Hung!
Katanya disini gue bisa nyewa motor dengan harga yang murah, sebagai seorang yang sangat awan sama motor dan ditawari motor, gue sangat girang sekali. Gimana nggak, ditawarin bakal diajarin juga, waaah gue langsung membayangkan betapa asiknya jalan-jalan gue di Ha Noi. Dan kemudian langsung menambahkan satu resolusi ke dalam satu resolusi gue di Ha Noi, jadi dua resolusi.
1. Belajar bahasanya
2. Hafal peta Ha Noi diluar kepala
Well, 6 minggu cukup lah yaaaa.
Sesampai di rumah host family, beberapa kebodohan dan beberapa kejanggalan muncul. Seperti yang sebelumnya diceritakan, rumah-rumah disini rata-rata sekaligus dijadikan bidang usaha oleh pemiliknya, intinya rumah host gue itu terlihat seperti kantor di bawahnya. Tentunya memasuki kantor tidak perlu melepas sepatu, ternyata sepatu harus dilepas. Yak dan diataslah kamarnya, kamarnya bersih, asri, ada jendela besar, adem, ada aquarium, tapi kacaunya gue tidak menemukan satu benda yang sangat esensial berada di kamar tidur, benda itu adalah benda yang paling penting betapa apapun bagusnya kamar tidur, tidak adanya benda itu membuat suatu kamar tidak bisa dikatakan kamar tidur, dan ternyata kamarnya memang seperti itu. What should I do? Benda itu terlampau penting untuk keeksistensian kamar, benda itu adalah ****** ***** (nama disamarkan untuk mencegah kekacauan publik) Tapi, karena ketika malam tertidur sangat capek, akhirnya gue melupakan ketiadaan benda itu. :( hmpfphm Ini adalah culture shock yang sangat berat dalam keberadaan gue disini.
Cara makan mereka sangat berbeda, mirip cara makan orang korea temen-temen gue di Posco. Nasi di mangkuk, lauk di piring berbeda, kemudian kita sama-sama menyerbu lauk langsung di piringnya sampai habis. Orang sini doyan banget sama sayur rebus, sampai-sampai kuah bekas rebuasan sayurnya dihidangkan, dan ternyata enak dimakan pakai kecap ikan. Gue nggak kebayang satu bulan begitu, balik ke Indonesia pasti bakal berasa aneh.
Tadi pagi gue dan My bersama-sama memasak untuk makan siang, kita belanja di pasar. Hal yang mengagetkan di pasar adalah KODOK, kodok disini dinilai sangat bergizi dan cukup mahal, sekilonya 100.000 VND, bandingkan dengan ikan 50.000 VND. Pagi melihat kodok dikuliti, lemah jantung ini rasanya berdetak. Dipasar ada buah yang aneh, belom pernah rasanya buah itu nyampe ke Indonesia, bentuknya bulat coklat kayak langsat, tapin jauh lebih kecil-kecil, rasanya asam, dan aneh, tapi dari caranya makannya sih kayaknya mereka doyan banget sama tu buah. Katanya asalnya dari gunung nan jauh dari Ha Noi.
Ngomong-ngomong soal memasak, di rice cooker terlihat nasi sisa tadi malam yang masih tersisa, nasi nya masih bagus, soalnya emang baru dimasak tadi malam jam 9pm. Akhirnya gue bikinlah nasi goreng pake kecap dan telor khas indonesia pake nasi itu. Fortunately, mereka suka dong dan dalam semenit nasi goreng NGASAL gue langsung habis. HA HA HA (tertawa setan) Kayaknya disini kecap manis jarang deh, bahkan nggak ada. -___- Okeh, master piece gue hari ini cukup nasi goreng telor, sisanya dimasak sama My, nyammm.
Yak nanti malam makan apa lagiii yaaah? #wondering