

Dari pesawat Ha Noi terlihat begitu renggang, ternyata penglihatan itu benar, jalanan di Ha Noi lebih renggang dibanding HCM tapi tetep ada bangunannya padat -___-. Malam di Ha Noi terasa sangat ramai, di beberapa spot terlihat gedung karaoke dimana-mana dan di beberapa spot terlihat tempat penyewaan motor dimana-mana. Gua keliling-liling Ha Noi besama Hung (baca: Heung). Malam kemaren gue ke danau Hoan Kiem. Suasannya ramai akan tourist, banyak orang pacaran, dan di beberapa sisi ada sekelompok orang menari salsa. -___-
Di danau ini terdapat jembatan, jembatan ini terkenal karena dilalui oleh salah satu raja mereka yang membawa perdamaian akan perang, kemudian juga dulunya di danau ini terdapat kura-kura RAKSASA yang menjadi simbol danau ini, sayangnya ia sudah mati. :( Innalillahi. Di tengah danau terdapat candi, gue nanya iseng ke Hung, “itu gimana sih bikin candinya hung kok bisa di tengah-tengah danau?” Eh doi beneran mikir terus jawab “nanti dulu yah pas pulang gue cari dulu di literature” (note: in english) Ahahaha, dalah hati gue polos bener ini anak. Biar dia nggak kecewa karena gue isengin, akhirnya gue bilang aja, sebagai ahli tenik sipi gue demen sama metode konstruksi gitu-gituan. Well, keliling danau ini jauh banget, berasa udah jalan 7 km, ternyata masih seperempatnya. -___-
Sedikit internezo, ada yang tahu buah Leci? Di Indonesia, Leci yang gue tau adalah Leci kalengan yang rasanya harganya cukup mahal untuk pantaran buah sejenisnya. Ternyata di Viet Nam, semahal-mahalnya Leci harganya 3000 VND!!! which is 1500 IDR seKILOGRAMnya!!! Hung said “Leci itu buah dari hometown gue loh! Di home town gue harga sekilonya 1500 VND”, whaattt!!?
Selesai dari danau dengan perut kenyang Leci, gue beranjak pulang, tapi hung maksa makan dulu,
Hung: You laper nggak?
Gue: Lo laper ya Hung? Kalo laper gue temenin makan deh, tapi gue kenyang.
Hung: Hmmm (diam 5 menit), I dont know.
Gue: Ha?
Hung: Do you know Fo? (read: Feu eu’)
Gue: Apaan tuh? Feu eu’?
Hung: Waaaaa, your pronounciation was really good.
Gue: jadi?
Akirnya doi berenti di tempat jual Feu eu’ dan kita makan disana, waktu menunjukkan pukul 12pm lebih dikit. Dan ternyata, makanan yang namanya Feu eu’ ini ENAAK sekali saudara saudara, dan tidak ada sedikitpun babi di dalamnya, dan cara makannya membuat tingkat kekampuingan gue keluar. Terima kasih Hung, telah mengenalkan Feu eu’.